Iklan

Tampilkan postingan dengan label Kaizen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaizen. Tampilkan semua postingan

KPI - KEY PERFORMANCE INDICATOR

Arti KPI
KPI merupakan salah satu tool (alat bantu) yang berfungsi sebagai indikator performa atau pencapaian kerja karyawan atau suatu departemen.

Penilaian dalam KPI sangat bervariasi namun sebagian besar penilaian di KPI berfokus pada hasil dan produk jadi seperti : produktifitas, kualitas, jam kerja efektif, manpower, Produk Inovasi/improvement dan masih banyak lagi.

Penilaian dalam KPI bergantung pada kebutuhan user atau pengguna yang membutuhkan data tersebut, tapi secara garis besar poin-poin dalam KPI adalah yang telah disebutkan diatas.

Bentuk dan Tampilan KPI
Penyajian informasi KPI biasanya banyak bebentuk grafik atau diagram tujuannya adalah agar lebih memudahkan seseorang dalam menerjemahkan maupun memahami isi yang inin disampaikan dalam KPI, sehingga informasi yang disampaikan akan lebih efektif.

Berikut  contoh KPI di suatu pabrik garmen
Gambar 1

Gambar 2


Fungsi KPI
KPI dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan dalam suatu sistem produksi, garfik maunpun diagram menunjukan tingkat keberhasil maupun kegagalan suatu lini produksi terhadap standard atau target yang sudah ditetapkan, tentu ini sangat membantu bagi jajaran manajemen suatu perusahaan karena dapat lebih memudahkan dalam membaca pencapaian suatu lini produksi.


7 PEMBOROSAN (7 WASTE)

Dalam bahasa Jepang pemborosan disebut juga Muda (無駄), pemborosan merupakan segala sesuatu yang tidak memberikan nilai tambah (Non Value Add).

Dalam prinsip Lean manufacturing mengenal 7 macam pemborosan (7 Waste) yaitu : Transportation (Transportasi), Inventory (Persediaan), Motion (Pergerakan), Waiting (Menunggu),Over Process (Proses yang berlebih), Over Production (Produksi yang berlebihan) dan Defect (Cacat). Bisa disingkat menjadi T-I-M-W-O-O-D.





Semakin banyak pemborosan maka semakin lama pula proses produksi.  
Jika tidak langsung dilakukan perbaikan untuk menghilangkan pemborosan maka perusahaan akan semakin rugi, karena banyaknya biaya yang harus dikeluarkan.

Mengenal 7 Macam pemborosan yaitu sebagai berikut:

1. Trasnportation atau transportasi
Definisi :      
Transportasi merupakan pergerakan produksi atau material dari satu tempat ke tempat yang lain (membawa dengan tangan, mengangkut menggunakan gerobak, konveyor, truk, dll) tanpa ada nilai tambahnya.
Efek       :  
Apabila ada banyak material yang
dipindahkan, maka ada banyak pula kemungkinan material yang rusak. Adanya transportasi juga menambah biaya,karena memerlukan lebih banyak ruang dan koneksi antar proses menjadi terputus.
Penyebab :    
Layout yang tidak sempurna dan jarak antar proses kerja terlalu jauh.

2. Inventory atau Persediaan
Definisi :
Pemborosan persediaan adalah material atau barang yang berlebih (mulai dari kedatangan material, Work in progress
atau barang masih dalam proses pengerjaan, dan barang jadi) melampaui batas permintaan, persediaan atau inventory masuk dalam kategori pemborosan karena persediaan yang melebihi kapasitas akan menimbulkan masalah baru atau pemborosan-pemborosan lainnya.
Efek       :  
Waktu produksi yang panjang, berpotensi material menjadi usang atau rusak, dapat mengganggu pergerakan pekerja karena tempat yang sudah penuh sehingga area kerja menjadi sempit dan terbatas, memerlukan tempat penyimpanan baru sehingga akan mengakibatkan ada biaya tambahan dan bisa menimbulkan masalah kualitas.
Penyebab :   
Tidak adanya standard yang jelas (SOP) berkaitan dengan jumlah maksimal persediaan, setting mesin yang tidak benar, bottleneck prosess (proses pada stasiun kerja bermasalah), downtime mesin (kerusakan mesin).

3. Motion atau Gerakan
Definisi  :
Merupakan pemborosan yang diakibatkan adanya pergerakan yang berlebihan oleh operator dan tidak diperlukan karena tidak ada nilai tambah. Contohnya mengambil material yang terlalu jauh.
Efek       :  
Pemborosan waktu, masalah ergonomi (pergerakan yang tidak efisien/ekonomis), cacat, dan biaya.
Penyebab :   
Layout tidak sempurna, jarak antar proses terlalu jauh dan pengaturan posisi pengambilan material yang tidak ergonimis.

4. Waiting atau Menunggu
Definisi  :  
Pemborosan menunggu adalah adanya waktu menganggur atau tidak melakukan aktivitas kerja yang disebabkan supply material terlambat, tidak seimbangnya beban kerja, salah instruksi kerja, downtime mesin atau kerusakan mesin dan barang cacat.
Efek       :    
Waktu menjadi terbuang, kapasitas produksi berkurang/target tidak tercapai, pelanggan (buyer) tidak puas.
Penyebab :   
Ketidakjelasan/tidak adanya Standard kerja, Layout yang salah/tidak sempurna, kurangnya training, beban kerja yang tidak sebanding dengan operator, changeover yang berkepanjangan, penumpukan produksi, yang disebabkan supply material terlambat, tidak seimbangnya beban kerja, salah instruksi kerja, downtime mesin atau kerusakan mesin dan barang cacat.

5. Over Production atau Kelebihan Produksi
Definisi  : 
Pemborosan over production adalah suatu kegiatan produksi yang berlebih dan cenderung tidak terkontrol serta tidak memerhatikan keseimbangan barang di lini produksi dan tidak sesuai dengan permintaan atau memproduksi sebelum  adanya permintaan dari pelanggan (buyer) sehingga meyebabkan penumpukan barang di suatu lini produksi.
Efek       :    
Lemahnya waktu produksi, transportasi yang berlebih, penambahan inventory, dan juga bisa berakibat pada cacat barang.  Karena produksi yang berlebihan memberikan potensi barang tertumpuk, sulit identifikasi barang cacat dan barang bagus.  Sehingga banyak pakar lean yang mengakatan jika produksi yang berlebih merupakan sumber dari pemborosan.
Penyebab :   
Ketidakstabilan lingkungan kerja (masalah waktu,kualitas,warna,inspeksi, pengujian, inventory, dll).

6. Over Processing atau Kelebihan Proses
Definisi  : 
Pemborosan over processing adalah suatu pekerjaan yang tidak diperlukan dalam proses produksi sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak memberikan nilai tambah, atau mengerjakan pekerjaan diluar batas kemampuan operator contohnya : setiap pekerjaan pasti memiliki standard waktu (SMV/SAM) maka pekerjaan yang melebihi yang standard waktu yang telah ditetapkan merupakan salah satu pemborosan, karena dapat mengakibatkan penumpukan pada salah stasiun kerja, alternatifnya adalah melakukan balancing proses.
Efek       :   
Pemborosan waktu, kelelahan pada karyawan, penambahan biaya, ekstra  lembur dan penumpukkan.
Penyebab :   
Tidak adanya standard kerja yang jelas, analisa proses kurang detail sehingga menyebabkan penurunan produktivitas karena terhambatnya proses kerja.

7. Deffect atau Cacat
Definisi  :
Pemborosan defect atau cacat adalah hasil produksi mengalami kerusakan, ketidak sempurnaan, ketidaksesuaian yang dapat mengurangi atau menghilangkan kualitas atau mutu pada suatu produk sehingga memerlukan pengerjaan ulang.
Efek       :    
Hilangnya waktu produksi, Adanya pekerjaan ulang (rework), adanya biaya untuk material dan tenaga tambahan dan berpotensi mengurangi kepercayaan pelanggan.
Penyebab :   
Tidak adanya standard yang jelas, Setting mesin yang tidak benar, kurangnya pengecekan terhadap kualitas barang, skill operator kurang karena kurangya training, dll.

Pemborosan adalah kerugian bagi perusahaan karena dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi perusaan, dari mulai material, biaya, tenaga, listrik, kepercayaan pelanggan berkurang dan lain-lain. Para pakar Lean banyak yang mengatakan jika menghilangkan pemborosan adalah sama saja dengan menghilangkan kenyamanan. 
Kenapa kenyamanan?  Kerena menghilangkan pemborosan sama saja dengan menghilangkan kegiatan tidak sesuai standard, yang sudah menjadi kebiasaan sehingga untuk menghilangkan kebiasaan tersebut akan terasa lebih sulit untuk di lakukan.  Mungkin juga mereka (karyawan) tidak sadar jika apa yang mereka lakukan adalah salah (tidak sesuai standard), maka disinilah peran seorang Lean untuk bisa menyadarkan dan mengarahkan karyawan dengan cara memberikan edukasi atau training keseluruh karyawan dan membuat SOP (standard operational prosedure) di setiap area kerja.

Simple Eliminate Waste

MATRIX SKILL

Matrix skill dalam industri manufaktur berfungsi sebagai alat untuk memberikan informasi terkait kemampuan/skill seseorang, informasi tersebut dapat memberikan gambaran terkait kesiapan suatu lini produksi tentang performance yang dapat di capai.
Memberikan informasi tentang bagus atau tidaknya keseimbangan lintasan produksi terkait skill per individunya jika nanti ditemukan masalah kinerja karyawan seperti (karyawan tidak masuk kerja, sakit dan tidak konsisten) lainnya.

Dalam industri manufaktur seperti garmen, skill matrix sering digunakan untuk melihat kesiapan lini produksi ketika akan memulai style baru sehingga dapat menentukan operator dengan kualifikasi yang tepat untuk mengerjakan proses tertentu (right men for the right place), sehingga keseimbangan lintasan produksi berjalan efektif dan efisien.

Karena seperti yang kita ketahui bersama, ketika proses changeover atau pergantian style baru, orang baru, leader baru, ataupun pimpinan baru terkadang sulit bagi mereka untuk menentukan siapa orang yang tepat untuk mengisi proses yang harus di kerjakan dalam suatu proses.
Hal tersebut karena keterbatasan informasi mengenai pemetaan skill atau kemampuan semua karyawan pada suatu lini produksi.

Skill matrix sebagai salah satu tool  kerja sangat membantu untuk memetakan skill karyawn di setiap prosesnya dan memberikan gambaran tentang kesiapan suatu lini produksi.

Informasi dalam matrix skill report secara garis besar berupa jenis proses yang sering digunakan atau proses yang paling mahir digunakan oleh seorang operator dan skala grade prosesnya, informasi ini sangat berguna bagi seorang leader lini produksi (Leader, Supervisor dan chief) untuk menentukan orang yang paling tepat untuk mengoperasikan suatu proses produksi.

Berikut contoh matrix skill :








Informasi skill matrix dapat ditampilkan berupa icon, abjad maupun angka.  informasi harus mudah dibaca dan dimengerti.
Skill matrix baiknya di taruh ditempat yang mudah dijangkau semua orang dan strategis, tujuannya adalah agar tidak menggangu produksi yang dikarenakan orang harus bertanya, serta agar lebih efektif.


Matrix skill dalam lean merupakan salah alat kerja dalam upaya kaizen sehingga dapat mempermudah proses produksi sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

CERITA SEEKOR KATAK KECIL


Ada sebuah kisah tentang seekor katak kecil yang tengah mengikuti perlombaan memanjat menara.
Ketika sekelompok katak kecil bersiap mengikuti perlombaan memanjat menara yang cukup tinggi. Para penonton banyak yang meremehkan katak-katak kecil itu.

Namun tak berselang lama terdengar suara terompet lomba yang menandakan perlombaan telah dimulai.
Katak-katak kecil mulai memanjat menara itu. Mereka saling berlomba dan penonton pun bersorak-sorai. Banyak dari penonton yang bersorak negatif ke katak kecil yang mengikuti lomba tersebut. (Gambar 1).
Mereka mengatakan "Kalian tidak akan mampu memanjat menara itu!!!", dan ada pula yang menyorakinya dengan nada pesimis "Kalian masih terlalu kecil, kalian tidak akan mampu untuk memanjat menara itu!!!


Gambar 1

Beberapa saat setelah dimulainya perlombaan, penonton masih tetap saja bersorak dengan kata-kata negatif (Gambar 2).
Penonton : "Kalian tidak akan mampu memanjat menara itu!!!"
Penonton : "Kalian masih terlalu kecil!!"
Namun kata-kata negatif dari penonton tidak mampu mematahkan langkah kaki katak-katak kecil tersebut dan terus berjuang untuk mencapai puncak menara dan sebagian dari mereka dengan semangatnya telah menaiki menaiki menara.


Gambar 2

Beberapa saat kemudian semua katak-katak kecil ini sudah menaiki menara, semua katak kecil masih bersemangat untuk menaiki menara tersebut, tapi penonton masih dengan nada meremehkan berucap (Gambar 3).
Penonton : "Kalian tidak akan bisa"
Penonton : "Kalian pasti tidak akan kuat"
Penonton : "Kalian pasti akan terjatuh"

Gambar 3

Dan benar saja yang diucapkan penonton satu persatu katak kecil ini mulai berjatuhan karena kehabisan tenaga, ditambah lagi terdengar teriakan dari penonton yang begitu keras (Gambar 4).
Penonton : "Sudahlah kalian turun saja, kalian tak akan mampu memanjat menara itu".
Penonton : "Kalian Payah !!!"
Penonton : "Kalian terlalu lemah!!!"


Gambar 4

Teriakan itu terus-menerus menggema dan terdengar oleh katak-katak kecil yang tengah memanjat. Sehingga membuat sebagian katak-katak kecil putus asa dan memilih turun untuk berhenti dari ajang perlombaan yang sangat ramai dengan para penonton saat itu. Namun masih ada satu katak kecil yang tersisa untuk melanjutkan perlombaan.

Perlombaan terus berlanjut, katak kecil yang masih bertahan ini dengan gigihnya terus berusaha memanjat menara. Sesekali ia menoleh kebawah banyak teman-temannya yang sudah menyerah hanya bisa melihatnya dari bawah dan melihat banyak penonton yang terus bersorak (Gambar 5).
Penonton : "Hei...kamu turun saja seperti seperti rekan-rekanmu yang lain. Kamu tak akan mungkin sampai ke puncak menara itu!!"
Penonton : "Kamu tak akan mungkin sampai ke puncak menara itu !!!".



Gambar 5

Tapi katak kecil ini tidak memperdulikan apa yang diucapkan penonton dan justru semakin bersemangat menyelesaikan perlombaan hingga pada akhirnya berhasil mencapai puncak menara dan menjadi juara.
Banyak yang terkagum-kagum dan bertanya-tanya (Gambar 6).
Penonton : Kenapa dia bisa sampai berhasil?
Penonton : Kenapa dia begitu kuat?
Penonton : Apa yang membuatnya bisa sampai di puncak???
Begitulah yang menjadi pertanyaan penonton ketika melihat seekor katak kecil itu bisa berhasil mencapai puncak menara.
Gambar 6

Karena rasa penasaran maka penonton pun ingin menanyakannya secara langsung, bagaimana katak kecil itu bisa berhasil mencapai puncak menara (Gambar 7).
Bertanyalah salah satu dari mereka ke katak kecil tersebut.
Penonton : Apa yang membuatmu bisa sampai ke puncak?
Penonton : Kenapa kamu begitu kuat? sementara kita meremehkanmu?
Penonton : Bagaimana caramu bisa mencapai puncak?

Katak kecil itu hanya tersenyum saja tanpa menjawab pertanyaan, penonton terheran dan bertanya-tanya satu sama lain, kenapa katak kecil itu tidak menjawab pertanyaan kita.
Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan kami? tanya salah satu dari mereka.
Katak kecil tersebut kemudian berucap "Maaf sebaiknya kalian menulis apa yang ingin kalian tanyakan kepadaku.
Bertambah heranlah semua katak-katak, "kenapa kita harus menulis apa yang ingin kita tanyakan kepadamu?" tanya salah satu dari mereka.
Katak kecil pun berucap kembali, "Maaf saya tidak bisa mendengar apa yang kalian ucapkan, karena saya "TULI".
Setelah mendengar ucapan katak kecil itu, seketika raut wajah katak-katak yang tadinya meremehkan katak kecil ini menjadi merasa bersalah karena sudah meremehkannya.

Gambar 7

Kenapa katak kecil ini mampu menyelesaikan perlombaan dan menjadi juara, sementara penonton bersorak dan meremehkannya?
Ternyata yang terjadi adalah katak kecil ini TULI, sehingga saat sejenak menoleh kebawah dan melihat sorakan penonton, ia tidak mendengar teriakan-teriakan negatif yang dilontarkan pada dirinya. Justru ia semakin bersemangat mendaki karena mengira penonton bersorak-sorai memberikan semangat kepadanya agar segera sampai ke puncak menara itu.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah "Bersikaplah acuh dan tuli terhadap penilaian negatif orang lain, Stay positive, Stay focus. Lakukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan, dan tidak menghiraukan perkataan yang hanya bisa menghambat langkah kita untuk maju".

Jangan pernah membiarkan diri kita dikendalikan orang lain, diri kita sendirilah yang mengendalikan. Sukses atau tidaknya diri kita, tercapai atau tidaknya mimpi kita, bukan orang lain yang menentukan, melainkan diri kita sendirilah yang akan menentukan masa depan kita.

Oleh karena itu bersikaplah "Tuli" dengan penilaian negatif orang lain terhadap diri kita. Biarlah orang-orang menertawakan kita, yang perlu kita lakukan hanyalah tidak perlu mempedulikannya. Yang harus kita lakukan adalah terus berusaha melakukan pembuktian-pembuktian agar mereka yang menertawakan kita bisa melihat betapa besar kesungguhan kita dan menunjukkan pada mereka bahwa mimpi kita bisa menjadi nyata.

Mari berusaha untuk selalu berpikir positif, karena dengannya akan memudahkan kita untuk sampai pada pencapaian mimpi-mimpi yang tengah kita perjuangkan. Buang semua beban pikiran yang ada di otak terhadap cemoohan orang yang mengatakan "Kamu Tak Bisa". Sebab segala sesuatu yang ada di muka bumi ini dapat di raih dan tidak ada yang mustahil, asalkan kita terus berusaha dan memperbaiki segala kekurangan.