Iklan

Tampilkan postingan dengan label Sewing Machine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sewing Machine. Tampilkan semua postingan

JENIS MESIN JAHIT

Mesin jahit merupakan salah satu jenis mesin yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sandang bagi manusia, karena kebutuhan dasar manusia bisa terpenuhi salah satunya adalah berkat adanya mesin jahit.

Penggunaan mesin jahit biasa digunakan untuk menjahit Pakaian/baju/celana, sepatu, sprei, gorden, bantal, masker dan masih banyak lagi.

Dengan banyaknya dan beragamnya produk seperti penjelasan diatas maka mesin yang digunakan pun tidak sama antara produk 1 (satu) dengan produk yang lainnya, namun yang akan kita bahas pada artikel kali ini adalah mesin jahit untuk industri garment.

Ketika membuat sebuah baju/pakaian, mesin jahit yang di gunakan untuk 

membuat 1 baju tersebut berbeda-beda, hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan jenis jahitan pada masing-masing proses disetiap bagian dari baju, sehingga penggunaan mesin jahit pun pasti berbeda. 
Jenis-jenis mesin jahit yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :
2. Mesin Jahit Jarum dua (2).
4. Mesin Overdeck.
5. Mesin Bartack.
6. Mesin Lubang Kancing.
7. Mesin Pasang Kancing.
8. Mesin Zigzag.
9. Mesin Jahit SOM/SUM (Blind Stitch).
10. Mesin Jahit Makeup.
11. Mesin Fagoting.
12. Mesin Smock.

1. Mesin Jahit Jarum 1 / Single Needle.
Mesin jahit jarum 1 merupakan mesin jahit yang biasa digunakan untuk menjahit di industri gament, mesin ini biasa digunakan untuk bagian-bagian
yang memerlukan topstitch / jahitan tepi maupun untuk menyambung 2 bagian pada garment.
Proses yang biasa menggunakan Mesin jahit jarum 1 adalah :
A. Attach label / Pasang Label 
B. Topstich plaket / jahitan tepi Plaket.
C. Topstich colar / jahitan tepi kerah.
D. Topstich pocket / jahitan tepi kantong.
E. Topstich shoulder/ jahitan tepi pundak.
F. Topstich Armhole / jahitan tepi lingkar lengan.
G. Topstich Yoke / jahitan tepi Yoke.
H. Topstich haflmon / jahitan tepi Halfmoon.
I. Topstich cuff / jahitan tepi manset.
J. Attach Zipper / pasang resleting.
Mesin Jahit Jarum 1, Sumber : Pribadi

2. Mesin Jahit Jarum dua (2) / Double Needle.
Mesin jahit jarum 2 (dua) biasa digunakan untuk jenis jahitan lurus, sama halnya dengan mesin jahit Mesin jahit jarum 1 namun perbedaannya adalah mesin jahit ini memiliki 2 (dua) jarum dan cocok untuk jenis kain yang berbahan tebal atau keras, karena memiliki 2 (dua) jarum sehingga hasil akhir jahitan pada kain atau garmen memiliki dua stik jahitan yang sama.
A. Topstitch plaket / stik plaket
B. Topstitch collar / stik daun kerah
C. Heming sleeve / stik keliman tangan
D. Heming bottom / stik keliman bawah
E.  Topstitch pocket / stik pocket
Mesin Jahit Jarum 2, Sumber : Pribadi

3. Mesin Jahit Obras / Overlock.
Mesin jahit obras atau yang sering disebut dengan mesin jahit Overlock merupakan mesin jahit yang digunakan untuk menjahit dan merapihkan bagian tepi dari kain/garmen, Bagian tepi kain/garmen yang di jahit menjadi rapi dikarenakan kain tertutup oleh jahitan mesin obras sehingga serat kain tidak akan terurai maupun rusak.  
Selain rapih, tepi kain yang dijahit pun akan rata, hal tersebut dikarenakan mesin obras memiliki pisau yang akan memotong bagian sisa bagian tepi kain pada saat proses penjahitan berlangsung, sehingga hasil jahitan mesin jahit obras akan selalu nampak rata dan rapih.
Mesin Obras, Sumber : Pribadi

4. Mesin Overdeck.
Mesin jahit overdeck atau biasa disebut coverstitch machine, adalah mesin yang digunakan untuk membuat jahitan penutup mesin overdeck biasa digunakan untuk menjahit bagian :
A. Heming bottom / Kelim bawah
B. Heming Sleeve / Kelim tangan
Mesin overdeck, Sumber : Pribadi

5. Mesin Bartack.
Mesin bartack adalah mesin jahit yang gunakan sebagai jahitan penguat, hasil jahitan bartack terlihat titik, lurus kecil namun tebal dan bertumpuk.
Mesin bartack, Sumber : Pribadi

6. Mesin Lubang Kancing / Button Hole.
Mesin lubang kancing digunakan untuk membuat lubang kancing pada garmen, cara kerja mesin jahit lubang kancing akan diawali dengan membuat jahitan panjang memutar / elips dengan diameter sama dengan ukuran kancing, setelah proses penjahitan selesai pisau mesin akan membuat lubang secara otomatis.
Mesin lubang kancing, Sumber : Pribadi

7. Mesin Pasang Kancing / Attach Button Hole.
Mesin pasang kancing digunakan untuk memasang kancing pada garmen, terdapat 2 macam mesin kancing yaitu mesin pasang kancing manual dan mesin pasang kancing otomatis.
Mesin pasang kancing otomatis maka secara otomatis kancing dipasang di garmen.
Mesin pasang kancing manual maka operator harus memasang secara manual kancing dibawah sepatu mesin.
Mesin pasang kancing, Sumber : Pribadi

8. Mesin jahit Zigzag.
Mesin zig zag sesuai dengan namanya hasil jahitan dari mesin ini berbentuk zig zag, jenis jahitan zig zag biasa dipakai pada pakaian dalam wanita bra, pantie atau jenis jahitan dekoratif / hiasan karena penggunaan jenis jahitan ini supaya fleksibel dan elastis.
Sumber : youtube "Khanza"

9. Mesin Jahit SOM/SUM (Blind Stitch).
Hasil jahitan dari mesin ini adalah hampir tidak terlihat jika dilihat dari luar garmen, mesin ini biasa digunakan untuk menjahit bagian heming / kelim tangan, heming / kelim bawah dan bagian garmen lainnya yang tidak membutuhkan jahitan nampak.
Sumber : youtube "Fogiato sewing machine"

10. Mesin Make Up.
Mesin jahit makeup berbentuk memanjang pada bagian depannya sehingga sangat cocok digunakan untuk menjahit bagian lengan panjang dan celana panjang.
                    
                                                               Mesin makeup, Sumber : Pribadi

11. Mesin Fagoting.
Mesin Fagoting adalah mesin jahit dekoratif yang digunakan untuk membuat jahitan unik atau hias dan biasa digunakan pada jenis garmen blus, kebaya atau gaun.
Mesin faghoting, Sumber : Pribadi

12. Mesin Smoke.
Mesin jahit smoke adalah mesin yang digunakan untuk membuat jahitan kerut atau lipatan, biasa dipakai pada proses jahit waistband atau lingkar pinggang pada celana.
Mesin smoke, Sumber : Pribadi

DEFECT TYPE

Dalam industri garment kita sering mendengar istilah defect atau cacat, Cacat adalah kerusakan, ketidaksempurnaan, ketidaksesuaian yang dapat mengurangi atau menghilangkan kualitas atau mutu pada suatu produk.

Cacat pada garmen diakibatkan karena berbagai faktor yaitu : Manusia, Mesin dan bahan baku.

Faktor manusia biasanya diakibatkan karena kurangnya skill atau kemampuan sehingga hasil jahitan kurang sesuai standard kualitas, selain itu ketelitian dari operator juga sangan menentukan hasil akhir sehingga dibutuhkan ketelitian yang baik supaya hasil jahit bagus.

Faktor mesin sering terjadi di dalam proses produksi, oleh karena itu dibutuhkan perawatan rutin untuk menjaga performa mesin jahit tetap dalam kondisi baik, perawatan rutin mesin jahit seperti cek minyak, kebersihan dalam mesin dan pastikan bagian-bagian mesin dalam kondisi baik seperti tempat benang/thread spool tray, jalur benang, kawat jalur benang, pengatur tegangan benang atau thread tension, bobin atau penyimpanan benang bawah untuk jenis mesin jahit jarum 1, dan bagian-bagian mesin lainnya.

Faktor Bahan baku seperti kain, dan accessories garmen juga salah satu faktor yang berpengaruh bagus atau tidak dari produk garmen yang dihasilkan, Accessories garmen contohnya : Benang, kancing, resleting / zipper, karet /elatic, label, Hang tag, pita, eyelet, mobilon dan lain-lainjika kualitas bahan baku kain atau accessories kurang baik maka garmen yang dihasilkan pasti tidak akan baik atau produknya akan cacat, karena jika cacat yang diakibatkan kualitas bahan baku maka sulit untuk diperbaiki sehingga meyebabkan kerugian karena harus mengganti.

Untuk lebih mengenali jeni-jenis defect dan faktor yang mempengaruhi terjadinya defect, mari kita ulas di penjelasan dibawah ini:

1. Defect Shading 

Defect shading atau cacat yang diakibatkan karena perbedaan warna, peyebabnya bisa dipengaruhi beberapa faktor yaitu :

1. Proses pencelupan kain yang kurang sempurna.

2. Proses penggabungan panel-panel kain yang salah pada saat menjahit.

Kesalahan pada saat proses penggabungan antar panel-panel garmen memungkinkan ditemukan defect shading, hal tersebut terjadi dikarenakan operator jahit tidak mengerjakannya dengan teliti, maka untuk mengatasinya operator jahit harus mamastikan dan menyamakan sticker numbering antar panel urutan nomernya harus sama.

*Sticker numbering adalah proses pemberian / penempelan sticker yang berisikan informasi tentang urutan nomer, Lot kain, size / ukuran garmen pada tiap panel-panel garmen yang tujuannya adalah pada saat penggabungan urutannya sudah benar sehingga dapat mencegah terjadinya defect shading.


2. Needle Hole

Defect Needle hole atau cacat yang diakibatkan karena bekas lubang pada kain, peyebabnya bisa dipengaruhi beberapa faktor yaitu :
1. Pinggiran kain yang terdapat lubang jarum tidak terbuang pada saat proses pemotongan kain.

2. pada saat menggelar kertas marker, sisi kertas marker melewati pinggiran kain yang terdapat lubang jarum, sehingg pada saat proses pemotongan panel yang berada di sisi kain akan terdapat lubang jarum.

kertas marker adalah kertas gambar yang ditempatkan diatas gelaran kain yang berisi bagian-bagian garmen.

3. Jarum mesin jahit yang tumpul atau salah menggunakan ukuran jarum jahit dapat menyebabkan defect needle hole pada kain akan terlihat lebih jelas, cara mencegahnya adalah sering mengganti jarum jahit 1x dalam sehari.


3. Piling

Defect pilling adalah penggumpalan pada kain yang diakibatkan adanya gesekan atau terjadi karena proses pencucuian yang salah.



4. Defect Print

Defect print atau cacat pada kain yang diakibatkan karena ketidasesuaian gambar, pola dan warna satu dengan yang lainnya.





5. Broken Yarn
Defect broken yarn atau cacat putus serat kain yang diakibatkan karena tegangan benang yang telalu kencang, jarum jahit tumpul, gesekan benda tajam.





6. Missing yarn
Defect missing yarn atau cacat hilang serat kain yang diakibatkan karena hilang atau tercabut pada saat proses produksi, kesalahan pemasangan benang, benang putus saat proses tenun atau rajut.



7. Snagging 
Snagging atau cacat serat kain tertarik yang diakibatkan karena  jarum jahit tumpul, gesekan benda tajam.




8. Bowing & Skewing
Defect Bowing & Skewing atau cacat kain miring (Skew) dan melengkung (Bowing) yang diakibatkan karena  distribusi tegangan yang tidak merata selama proses tenun.



9. Oil & Dirty
Defect Oli & Dirty atau cacat karena kontaminasi minyak dan kotoran yang diakibatkan karena tumpahan minyak dari mesin, meja mesin yang kotor, tangan yang kotor tidak menggunakan sarung tangan untuk kain-kain yang cerah.



10. Broken stitch
Defect broken stitch atau cacat karena jahitan rusak.
penyebabnya adalah putus benang dan potong benang telalu mepet.





11. Open Seam
Defect open seam atau cacat karena jahitan jebol.
penyebabnya adalah jahitan putus dan kain tidak terjahit.





12. Run off stitch
Defect run of stitch atau cacat karena jahitan meleset.
penyebabnya adalah handling atau gerakan tangan operator tidak stabil, bahan yang terlalu tebal dan salah pemakaian sepatu mesin jahit.




13. Puckering
Defect puckering atau cacat karena hasil jahitan kerut.
penyebabnya adalah tension presser foot yang terlalu kencang sehingga menahan kain pada saat proses jahit, menarik kain yang terlalu kencang pada saat proses jahit dan ukuran atau size panel yang yang berbeda pada saat proses penggabungan.


14. Twist
Defect twist atau cacat karena hasil jahitan melintir.
penyebabnya adalah gerakan tangan dan melipat tidak tepat pada saat proses menjahit dan ukuran corong tidak sesuai.



15. Pleat
Defect Pleat atau cacat karena hasil jahitan terlipat.
penyebabnya adalah operator tidak merapihkan atau meratakan permukaan kain pada saat proses menjahit.





16. Hi-Low
Defect Hi-Low atau cacat karena hasil jahitan tidak simetris atau tidak rata.
penyebabnya adalah salah ukuran pattern, jahit tidak mengikuti marking dan gerakan tangan operator tidak stabil.


17. Untriming
Defect Untriming atau cacat karena ada benang panjang.
penyebabnya adalah operator tidak potong benang mepet dan mesin tidak di setting benang pendek di akhir jahitan.



18. Poor Shape
Defect Poor shape atau cacat bentuk jahitan atau bentuk garmen tidak bagus.
penyebabnya adalah handling tangan operator yang tidak stabil, kain yang terlalu tebal sehingga operator sulit menjahit lurus, pattern yang sudah jelek, guide atau alat bantu corong, pembatas untuk membentuk jahitan tidak stabil.


Silahkan tambahakan di kolom komentar jika masih ada jenis defect yang masih belum dijelaskan,
Belajar bersama, sukses bersama.
See you next in article....








APA ITU MESIN JAHIT SINGLE NEEDLE? APA FUNGSI, CARA KERJA & KELEBIHANNYA

Apa itu mesin jahit jarum 1
Mesin jahit jarum 1 atau sering kita kenal dengan mesin jahit single needle merupakan salah satu mesin yang biasa digunakan untuk menjahit pakaian (garment) seperti : baju, blouse, celana, jaket dan produk barang jadi lainnya.

Gambar 1

Cara pengoperasian Mesin Jahit jarum 1
Cara mengoperasikan mesin jahit single needle sangat mudah, berikut langkah-langkah untuk  mengoperasikan mesin jahit single needle yaitu :

1.Pastikan Benang/cone sudah terpasang (Lihat gambar 1, diatas).

2.Pencet tombol "ON" pada mesin yang bertujuan untuk menghidupkan mesin (Lihat gambar 1, diatas).

3.Injak pedal untuk menjalankan mesin (Lihat gambar 1, diatas).

Penggunaan mesin jahit ini jika dilihat dari penjelasan diatas terasa sangat mudah, tetapi pada kenyataannya tidak mudah seperti yang difikirkan, mengapa demikian?

Meskipun terlihat sederhana tetapi ketika kita sudah mencoba mengoperasikannya sendiri, maka anda akan mengerti mengapa cara mengoperasikan mesin yang satu ini tidak mudah seperti yang dibayangkan, karena mesin jahit single needle memiliki banyak bagian(Tools) yang cukup banyak dan rumit, sehingga butuh skill dan banyak perlatihan menjahit supaya dapat mengoperasikannya dengan mahir.

Bagian-bagian mesin jahit jarum 1 dan fungsinya
Sebagai pembuka maka kita akan belajar untuk mengetahui bagian-bagian dan fungsi yang ada di mesin jahit single needle ini.  

Bagian dasar dari mesin jahit jarum 1 terdiri dari 3 , yaitu.
1. Badan mesin 
2. Meja mesin
3. Kaki mesin
Sumber : Pribadi, Gambar 2

1. Badan mesin
terdiri dari semua komponen yang dapat menggerakan mesin dan alat pendukung mesin lain yang saling berhubungan.

2. Meja mesin berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan kain/garmen ketika akan dijahit.

3. Kaki mesin sesuai dengan namanya, kaki mesin berfungsi sebagai penyangga/tumpuan mesin jahit supaya dapat berdiri.

Jenis mesin
Mesin jarum 1 ada 2 tipe yaitu, manual dan otomatis.

- Mesin jarum 1 Manual 
Seperti dengan namanya, maka mesin jarum 1 manual cara pengoperasian atau menjalankan mesin masih harus dibantu menggunakan sentuhan/tangan manusia yaitu untuk setting mesin sehingga hasil jahitan sesuai dengan kebutuhan.
Mesin jahit jarum 1 manual

- Mesin jarum 1 Otomatis
Produk yang inovatif dewasa sekarang telah menjadi standard dalam industri, begitupun dengan industri mesin jahit.
Inovasi sebuah produk mesin jahit yang lebih baik, mudah dioperasikan, dan efisien (hemat listrik & tenaga) merupakan kebutuhan bagi konsumennya yang wajib dipenuhi sehingga merupakan suatu keharusan bagi setiap produsen mesin jahit untuk terus mengmbangkan produknya.

Banyak perusahaan yang tidak dapat bertahan dalam persaingan bisnis dikarenakan tidak mau untuk berinovasi, 
Tentunya kita dulu masih ingat dengan cerita salah satu perusahaan ponsel terbesar di dunia asal Finlandia yaitu Nokia, yang dalam 3 dekade lebih menguasai industri ponsel di dunia, namun hanya dalam hitungan tahun saja mengalami penurunan drastis hingga akhirnya megalami kebangkrutan, yang disebabkan karena arogansi dan merasa cukup tanpa di imbangi dengan perubahan/inovasi.

Dengan adanya pengalaman ini pastinya banyak produsen mesin, terutama mesin jahit sadar akan pentingnya sebuah inovasi dan mulai berlomba-lomba untuk selalu mengembangkan produknya, maka hal tersebut merupakan tantangan bagi perusahaan untuk terus melakukan perubahan dan inovasi.

Mesin jahit jarum 1 otomatis memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan mesin jahit jarum 1 yang masih manual, salah satu kelebihannya adalah sebagai berikut :

1. Jika dibandingkan dengan mesin jahit jarum 1 manual, kemampuan menjahit jarum 1 otomatis yang lebih baik untuk berbagai macam bahan, hal ini dikarenakan mesin jarum 1 otomatis ini dirancang untuk lebih fleksibel dan meyesuaikan kebutuhan pemakainya.

2. Menjahit lebih halus (mudah dikendalikan, getaran rendah) dan tidak bising.

3. Mudah perawatan (pembersihan badan luar dan dalam mesin, di sebagian mesin sudah dilengkapi dengan sensor keamananan sehingga mesin tidak akan jalan jika badan mesin dalam keadaan miring/terbuka, mudah pelumasan, dan lain-lain).

4.    Lebih ekonomis dari segi penggunaan listrik karena sudah dilengkapi internal AC Servo.

5. Sudah dilengkapi tombol otomatis untuk penyetingan mesin ( Kecepatan, jumlah stik dan potong benang otomatis)

Berikut penjelesan dan fungsi dari masing-masing bagian mesin jahit jarum 1 di rangkum dalam bentuk buku manual berdasarkan bagian-bagian dan fungsinya dari mesin jahit single needle otomatis (Baca perbedaan mesin jahit otomatis dan manual).








Ulasan diatas adalah bagian dari mesin yang sering digunakan saja, sehingga disini hanya menjelaskan bagian/part penting dan yang paling sering digunakan ketika menjahit.



Sumber :
Instruction Manual Machine SN 7000DD Bothers